Bukalah kedua matamu pada alam semesta ini,, maka kamu akan melihat indahnya keindahan...
Bukalah hatimu untuk melihat rahasia-rahasia keindahan ini,, maka kamu akan melihat kehidupan ini berbunga-bunga...
Selamilah kehidupan dalam sanubarimu,, maka kehidupan tersebut akan menjadi milikmu seluruhnya...
Satukan hatimu padaku (NABI MUHAMMAD SAW),, maka aku akan menyatukan akalku padamu...
Berikan tanganmu kepadaku,, maka sungguh aku berharap dapat memberimu kehidupan yang damai lagi bahagia dengan seizin ALLAH SWT
Bukalah hatimu,, aku akan memenuhinya dengan kehangatan, cinta dan kejujuran...
Bersamalah denganku supaya aku menjadi milikmu dan sebagaimana yang kamu cintai....
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM....!! I LOVE EVERYTHING ABOUT ISLAM,, SO I'M WITH MY BLOG WILL WRITE AND PUT EVERYTHING ABOUT ISLAM... ENJOY IT!! AND READ IT!!
Minggu, 31 Juli 2011
SETETES AIR MATA CINTA
Diposting oleh
anida's blog
di
14.24
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 09 Juli 2011
GAZWUL FIKRI
Ghazwul Fikri
Ghazwul fikri berasal dari kata ghazw dan al-fikr, yang secara harfiah dapat diartikan "Perang Pemikiran". Yang dimaksud ialah upaya-upaya gencar pihak musuh-musuh Allah subhanahu wata’ala untuk meracuni pikiran umat Islam agar umat Islam jauh dari Islam, lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis sampai ke akar-akarnya. Upaya ini telah berlangsung sejak lama dan terus berlanjut hingga kini.
Ghazwul fikri dimulai ketika kaum salib dikalahkan dalam sembilan kali peperangan besar. Kemenangan kaum muslimin tersebut sangat spektakuler, sebab pasukan muslim yang diterjunkan dalam pertempuran berjumlah sedikit. Pasukan Khalid bin Walid, misalnya pernah berperang dengan jumlah tentara sekitar 3000 personil, sedangkan pasukan Romawi yang dihadapi berjumlah 100.000 personil, hampir 1 berbanding 35. Allah memenangkan kaum muslimin dalam pertempuran tersebut. Kekalahan demi kekalahan itu akhirnya menyebabkan kaum salib menciptakan taktik baru. Di bawah pimpinan Raja Louis XI, taktik baru tersebut dilancarkan. Caranya bukan lagi berupa penyerangan fisik, tetapi musuh-musuh Allah itu mengirimkan putera-putera terbaik mereka ke kota Makkah untuk mempelajari Islam. Niat atau motivasi mereka tentu bukan untuk mengamalkan, melainkan untuk menghancurkannya. Pembelajaran dengan niat jahat itu ternyata berhasil. Tafsir dikuasai, hadist dimengerti, khazanah ilmu Islam digali. Setelah sampai ke tahap dan tingkat ahli, para pembelajar Islam dari kaum Salib ini kembali ke Eropa, lalu membentuk semacam Research and Development (Penelitian dan Pengembangan) untuk mengetahui kelemahan umat Islam agar dapat mereka kuasai.
Kesungguhan mereka dalam mempelajari Islam tersebut memang luar biasa. Sampai dalam sejarah diungkapkan kisah seorang pembelajar Islam dari kaum salib yang rela meninggalkan anak istrinya hanya untuk berkeliling ke negeri-negeri Islam guna mencari kelemahan negeri-negeri Islam itu. Di antara pernyataan mereka ialah, "Percuma kita berperang melawan umat Islam selama mereka berpegang teguh pada agama mereka. Jika komitmen mereka terhadap agama mereka kuat, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Oleh karena itu, tugas kita sebetulnya adalah menjauhkan umat Islam dari agama mereka, barulah kita mudah mengalahkan mereka.” Gleed Stones, mantan perdana menteri Inggris, juga mengatakan hal yang sama, "Percuma memerangi umat Islam, kita tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam al-Qur'an masih bergelora. Tugas kita kini adalah mencabut al-Qur'an hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka.”
Dalam konteks ini, al-Qur'an mengatakan, artinya, "Sesungguhnya setan bagi kamu merupakan musuh, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya setan itu mengajak hizb (golongan) nya agar mereka menjadi penghuni neraka." (QS.Faathir : 6).
Setan yang merupakan musuh umat Islam itu, menurut ayat 112 surat al-An'aam bukan hanya dari kalangan jin dan Iblis saja, tetapi juga dari kalangan manusia. Setan-setan manusia itu dahulu menghina dan memojokkan serta melecehkan Islam melalui lisan mereka dengan cara sederhana tanpa dukungan hasil teknologi canggih. Tetapi kini, penghinaan dan pemojokan serta pelecehan itu dilakukan dengan pers yang mempergunakan sarana modern yang super canggih. Di sisi lain, musuh-musuh Islam berupa setan manusia itu hebat dan licik. Struktur-struktur dan lembaga-lembaga Internasional, baik politik, mau pun ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, militer dan bidang-bidang penting lainnya hampir seluruhnya berada dalam genggaman mereka. Makanya perputaran roda organisasi dan lembaga-lembaga dunia itu sepenuhnya dapat mereka kendalikan secara sangat sistematis dan akurat tanpa disadari oleh mayoritas umat Islam, yang sebagiannya masih sangat lugu dan belum tersentuh oleh da'wah. Dalam bidang komunikasi, khususnya pers, misalnya, hampir seluruh sumber berita berada dalam 'tangan' mereka, baik yang berskala internasional maupun nasional.
Maka tak dapat dibantah bahwa media massa yang didominasi atau dikuasai oleh kalangan yang anti Islam, yang melihat Islam sebagai ancaman bagi kepentingan politik dan ekonomi mereka, missi yang mereka emban tentu merugikan dan memojok kan Islam. Misalnya berupaya agar masyarakat dunia (terutama kalangan elitnya) membenci Islam dan menjauhinya, serta menanamkan keraguan dalam dada kaum muslimin akan kebenaran dan urgensi Islam di dalam hidup.
Keadaan ini diperburuk lagi oleh kenyataan bahwa di kalangan umat Islam, penguasaan terhadap ilmu komunikasi dan jurnalistik hingga saat ini masih jauh dari memadai. 'Ulama dan orang-orang yang betul betul faham akan Islam secara benar dan kaffah, pada umumnya jarang yang menjadi jurnalis atau penulis. Apa lagi menerbitkan koran atau majalah yang benar-benar membawa misi dakwah dan perjuangan Islam. Sebaliknya wartawan dan penulis yang beragama Islam, termasuk yang berkaliber internasional yang mempunyai semangat sekali pun, banyak yang belum atau tidak memahami Islam secara benar dan kaaffah (totalitas). Artinya, upaya umat Islam meng-counter serangan musuh-musuh Allah itu nyaris tak ada.
Di sisi lain, pers yang diterbitkan orang Islam banyak yang tidak memperjuangkan dan membela Islam, bahkan terkadang menurunkan berita yang memojokkan Islam. Sebab masih tergantung kepada kantor-kantor berita barat/kafir, yang memang selalu memburu berita yang sifatnya merugikan Islam. Padahal berita dari mereka menurut cara yang islami, harus terlebih dahulu ditabayyun (diseleksi), kalau tidak, bisa berbahaya bagi umat Islam. Namun untuk melakukan tabayyun, diperlukan pemahaman Islam yang benar dan universal serta penguasaan jurnalistik yang akurat dengan peralatan canggih. Sementara terhadap kedua hal itu para penulis Muslim belum betul-betul menguasainya secara baik. Ini salah satu di antara kelemahan-kelemahan dan keterbelakangan kita, umat Islam.
Al-Qur'an memberitahukan bahwa Nabi Sulaiman ’alaihis salam pernah menda'wahi ratu negeri Saba' melalui tulisan (berupa sepucuk surat khusus), yang akhirnya ternyata berhasil gemilang dengan masuk Islamnya sang ratu. Kalau korespondensi da'wah sederhana antara Nabi Sulaiman 'alaihis salam dengan ratu Saba' ini boleh dikatakan termasuk bagian dari pers secara sederhana, maka pers dalam arti yang sempit berarti telah eksis pada zaman Nabi-nabi dahulu. Bukan hanya Nabi Sulaiman ’alaihis salam, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam pun dalam menda'wahkan Islam kepada raja-raja dan para penguasa suatu negeri pada zamannya, di antaranya mempergunakan tulisan berupa surat yang sederhana, tanpa dukungan hasil teknologi canggih seperti yang dikenal dunia pers kini.
Ghazwul fikri dimulai ketika kaum salib dikalahkan dalam sembilan kali peperangan besar. Kemenangan kaum muslimin tersebut sangat spektakuler, sebab pasukan muslim yang diterjunkan dalam pertempuran berjumlah sedikit. Pasukan Khalid bin Walid, misalnya pernah berperang dengan jumlah tentara sekitar 3000 personil, sedangkan pasukan Romawi yang dihadapi berjumlah 100.000 personil, hampir 1 berbanding 35. Allah memenangkan kaum muslimin dalam pertempuran tersebut. Kekalahan demi kekalahan itu akhirnya menyebabkan kaum salib menciptakan taktik baru. Di bawah pimpinan Raja Louis XI, taktik baru tersebut dilancarkan. Caranya bukan lagi berupa penyerangan fisik, tetapi musuh-musuh Allah itu mengirimkan putera-putera terbaik mereka ke kota Makkah untuk mempelajari Islam. Niat atau motivasi mereka tentu bukan untuk mengamalkan, melainkan untuk menghancurkannya. Pembelajaran dengan niat jahat itu ternyata berhasil. Tafsir dikuasai, hadist dimengerti, khazanah ilmu Islam digali. Setelah sampai ke tahap dan tingkat ahli, para pembelajar Islam dari kaum Salib ini kembali ke Eropa, lalu membentuk semacam Research and Development (Penelitian dan Pengembangan) untuk mengetahui kelemahan umat Islam agar dapat mereka kuasai.
Kesungguhan mereka dalam mempelajari Islam tersebut memang luar biasa. Sampai dalam sejarah diungkapkan kisah seorang pembelajar Islam dari kaum salib yang rela meninggalkan anak istrinya hanya untuk berkeliling ke negeri-negeri Islam guna mencari kelemahan negeri-negeri Islam itu. Di antara pernyataan mereka ialah, "Percuma kita berperang melawan umat Islam selama mereka berpegang teguh pada agama mereka. Jika komitmen mereka terhadap agama mereka kuat, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Oleh karena itu, tugas kita sebetulnya adalah menjauhkan umat Islam dari agama mereka, barulah kita mudah mengalahkan mereka.” Gleed Stones, mantan perdana menteri Inggris, juga mengatakan hal yang sama, "Percuma memerangi umat Islam, kita tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam al-Qur'an masih bergelora. Tugas kita kini adalah mencabut al-Qur'an hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka.”
Dalam konteks ini, al-Qur'an mengatakan, artinya, "Sesungguhnya setan bagi kamu merupakan musuh, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya setan itu mengajak hizb (golongan) nya agar mereka menjadi penghuni neraka." (QS.Faathir : 6).
Setan yang merupakan musuh umat Islam itu, menurut ayat 112 surat al-An'aam bukan hanya dari kalangan jin dan Iblis saja, tetapi juga dari kalangan manusia. Setan-setan manusia itu dahulu menghina dan memojokkan serta melecehkan Islam melalui lisan mereka dengan cara sederhana tanpa dukungan hasil teknologi canggih. Tetapi kini, penghinaan dan pemojokan serta pelecehan itu dilakukan dengan pers yang mempergunakan sarana modern yang super canggih. Di sisi lain, musuh-musuh Islam berupa setan manusia itu hebat dan licik. Struktur-struktur dan lembaga-lembaga Internasional, baik politik, mau pun ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, militer dan bidang-bidang penting lainnya hampir seluruhnya berada dalam genggaman mereka. Makanya perputaran roda organisasi dan lembaga-lembaga dunia itu sepenuhnya dapat mereka kendalikan secara sangat sistematis dan akurat tanpa disadari oleh mayoritas umat Islam, yang sebagiannya masih sangat lugu dan belum tersentuh oleh da'wah. Dalam bidang komunikasi, khususnya pers, misalnya, hampir seluruh sumber berita berada dalam 'tangan' mereka, baik yang berskala internasional maupun nasional.
Maka tak dapat dibantah bahwa media massa yang didominasi atau dikuasai oleh kalangan yang anti Islam, yang melihat Islam sebagai ancaman bagi kepentingan politik dan ekonomi mereka, missi yang mereka emban tentu merugikan dan memojok kan Islam. Misalnya berupaya agar masyarakat dunia (terutama kalangan elitnya) membenci Islam dan menjauhinya, serta menanamkan keraguan dalam dada kaum muslimin akan kebenaran dan urgensi Islam di dalam hidup.
Keadaan ini diperburuk lagi oleh kenyataan bahwa di kalangan umat Islam, penguasaan terhadap ilmu komunikasi dan jurnalistik hingga saat ini masih jauh dari memadai. 'Ulama dan orang-orang yang betul betul faham akan Islam secara benar dan kaffah, pada umumnya jarang yang menjadi jurnalis atau penulis. Apa lagi menerbitkan koran atau majalah yang benar-benar membawa misi dakwah dan perjuangan Islam. Sebaliknya wartawan dan penulis yang beragama Islam, termasuk yang berkaliber internasional yang mempunyai semangat sekali pun, banyak yang belum atau tidak memahami Islam secara benar dan kaaffah (totalitas). Artinya, upaya umat Islam meng-counter serangan musuh-musuh Allah itu nyaris tak ada.
Di sisi lain, pers yang diterbitkan orang Islam banyak yang tidak memperjuangkan dan membela Islam, bahkan terkadang menurunkan berita yang memojokkan Islam. Sebab masih tergantung kepada kantor-kantor berita barat/kafir, yang memang selalu memburu berita yang sifatnya merugikan Islam. Padahal berita dari mereka menurut cara yang islami, harus terlebih dahulu ditabayyun (diseleksi), kalau tidak, bisa berbahaya bagi umat Islam. Namun untuk melakukan tabayyun, diperlukan pemahaman Islam yang benar dan universal serta penguasaan jurnalistik yang akurat dengan peralatan canggih. Sementara terhadap kedua hal itu para penulis Muslim belum betul-betul menguasainya secara baik. Ini salah satu di antara kelemahan-kelemahan dan keterbelakangan kita, umat Islam.
Al-Qur'an memberitahukan bahwa Nabi Sulaiman ’alaihis salam pernah menda'wahi ratu negeri Saba' melalui tulisan (berupa sepucuk surat khusus), yang akhirnya ternyata berhasil gemilang dengan masuk Islamnya sang ratu. Kalau korespondensi da'wah sederhana antara Nabi Sulaiman 'alaihis salam dengan ratu Saba' ini boleh dikatakan termasuk bagian dari pers secara sederhana, maka pers dalam arti yang sempit berarti telah eksis pada zaman Nabi-nabi dahulu. Bukan hanya Nabi Sulaiman ’alaihis salam, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam pun dalam menda'wahkan Islam kepada raja-raja dan para penguasa suatu negeri pada zamannya, di antaranya mempergunakan tulisan berupa surat yang sederhana, tanpa dukungan hasil teknologi canggih seperti yang dikenal dunia pers kini.
Dalam dunia modern kini, pers ternyata menempati posisi sangat penting, antara lain, dapat membentuk opini umat. Bahkan sering dikatakan bahwa siapa menguasai pers, berarti dapat menguasai dunia. Kalau yang menguasai pers itu orang mukmin, yang benar-benar faham akan dakwah dan memang merupakan Da'i (dalam arti luas), maka pers yang diterbitkannya tentu tidak akan menurunkan tulisan-tulisan yang merugikan Islam, memojokkan kaum Muslim atau menyakitkan umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam. Tetapi kenyataan membuktikan, di dunia ini, tak sedikit pers yang menurunkan aneka bentuk tulisan yang substansi isinya bukan hanya memojokkan Islam dan menyakitkan hati kaum mu'min serta melecehkan al-Qur'an, tetapi lebih lagi dari hanya sekedar itu. Dan keadaan bisa bertambah buruk lagi, kalau para pemimpin umat Islam bukannya memihak Islam, tetapi justru memihak dan membela musuh-musuh Allah subhanahu wata’ala. Na'udzu billaah min dzaalik!
Dahulu, para penjajah menyerang kaum Muslimin dengan senjata bom, meriam dan peluru, dan serangan itu hingga kini sebetulnya masih tetap berlangsung. Hanya yang dijadikan sasaran bukan lagi jasmani, tetapi aqidah ummat Islam. Salah satu tujuannya ialah bagaimana agar fikrah (ideologi) atau 'aqidah umat Islam rusak. Tujuan paling akhir ialah bagaimana agar Islam dan umat Islam berhasil dihabisi riwayatnya dari bumi Allah subhanahu wata’ala ini. Serangan inilah yang disebut ghazwul fikr. Dan senjata yang dipergunakan bukan lagi bom atau peluru tetapi surat kabar, majalah, radio, televisi dan media-media massa lainnya, baik cetak mau pun elektronik, baik yang sederhana, mau pun yang super canggih. Untuk mengantisipasi atau mengimbangi serbuan ghazwul fikr (perang ideologi) itu, umat Islam antara lain harus mempunyai pers yang tangguh, yang dikelola oleh para Ulama dan jurnalis Muslim yang betul-betul faham Islam secara benar; dengan peralatan dan sarana teknologi yang memadai dan mampu menampilkan tulisan dan berita yang benar serta baik secara menarik dan bijaksana.
Tulisan-tulisan yang diturunkan atau diproduksinya tentu harus menarik dan akurat bermisi Islam, agar dapat memberikan pemahaman tentang al-Islam yang benar kepada pembacanya, dan sekaligus diharapkan dapat meredam dan mengantisipasi serbuan pers sekuler,terutama yang tak henti-hentinya menyerang Islam dengan berbagai cara.
Satu hal lagi yang tidak boleh kita dilupakan adalah, munculnya musuh-musuh Islam dari dalam tubuh ummat Islam sendiri tanpa kita sadari. Misalnya adanya 'tokoh' Islam yang diberi predikat Kiyai Haji atau profesor doktor, yang konotasinya pembela Islam, sehingga dikira umat Islam, ia memang pembela Islam, padahal sebaliknya, termasuk dalam hal ini Jaringan Islam Liberal (JIL). Sebetulnya, ini merupakan cerita lama, sebab sejak zaman Nabi-nabi dahulu, selalu ada saja manusia-manusia yang mengaku Muslim, tetapi pada hakikatnya merongrong atau merusak bahkan menghancurkan Islam dari dalam. Kadang-kadang menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslimin. Sebagian mereka mengaku beragama Islam, namun takut (phobi) kalau Islam berkembang dan eksis di muka bumi Allah subhanahu wata’ala yang fana ini. Kalau mereka menerbitkan buku, koran, majalah, tabloid dan sejenisnya, mereka takut menulis tentang Islam. Kalau pun toh menulis juga, isinya tentu dipoles, direkayasa sedemikian rupa, sehingga tidak mengungkapkan kenyataan yang harus diungkapkan, dan menyampai kan apa-apa yang seharusnya disampaikan. Na'udzu billaah min dzaalik! Mereka laksana musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan.
Diposting oleh
anida's blog
di
08.40
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jumat, 08 Juli 2011
kartun-kartun kawan imut
hanya saja saya senang dengan editan kartun-kartun muslim yang indah-indah
Jdi saya mengambilnya dan mempostingnya di blog saya
Diposting oleh
anida's blog
di
09.18
12
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 13 Maret 2011
Gambaran Hari Kiamat..!! jangan lewati vidio ini..!!.mp4
Diposting oleh
anida's blog
di
22.21
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
MUSLIMAH SEJATI
MUSLIMAH SEJATI
Muslimah sejati bukanlah dilihat dari kecantikan parasnya
Tetapi dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Muslimah sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona
Tapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Muslimah sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang di berikan
Tapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu
Muslimah sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya
Tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan
Muslimah sejati bukan dilihat dari keberanianya ia berpakaian
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatanya
Muslimah sejati bukan dilihat dari kehawatiranya di goda orang di jalan
Tetapi dilihat dari kehawatiranya yang mengundang orang menjadi tergoda
Muslimah sejati bukan dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan syukur
Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatanya dalam bergaul
_WAHAI MUSLIMAH SEJATI SEMOGA HIDAYAH ALLOH SELALU MENYERTAI...'AMIN'
Diposting oleh
anida's blog
di
19.26
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 06 Maret 2011
appa ya??
YA ALLAH........... sebentar lagi aku ujian,, tapi kenapa rasa malas yang muncull???
belum lagi dengan segala permasalahan yang belum aku selesaikan, yang bikin otak aku kebagi dua......
YA ALLAH..,, mudahkanlah segala urusanku.............................amiinnnnnnnnn
belum lagi dengan segala permasalahan yang belum aku selesaikan, yang bikin otak aku kebagi dua......
YA ALLAH..,, mudahkanlah segala urusanku.............................amiinnnnnnnnn
Diposting oleh
anida's blog
di
07.38
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 27 Februari 2011
Bayi - bayi aneh di dunia
1. Bayi Terkecil di Dunia
Quote:
Tanggal 24 Oktober 2006, Amillia Taylor dilahirkan pada usia kandungan ibunya 21 minggu 6 hari. Tidak pernah ada bayi yang dilahirkan kurang dari usia kandungan 23 minggu bisa hidup, tapi Amilia yang hanya memiliki berat 10 ons bisa lahir sempurna, bahkan tubuhnya masih mampu untuk bernapas sendiri dan mencoba menangis. Bahkan rumah sakit sebenarnya bisa mengijinkan bayi ini dibawa pulang, hanya saja ibunya diminta tinggal beberapa hari lagi untuk bahan penelitian. Saat akan dibawa pulang beratnya sudah mencapai 18 ons (1,8 kilo). |
2. Bayi 20 Kilogram
Quote:
Bayi ini lahir di Iran, saat usianya 7 bulan beratnya sudah mencapai 20 kilogram.Menurut orang tuanya bayi mereka lahir dengan berat yang normal yaitu 3,6 kilogram, tapi setelah itu mereka menyebutkan bahwa bayi mereka ini tidak pernah berhenti makan tiap jam. Dokter-dokter Iran belum menemukan jawaban atas kenehan nafsu makan bayi ini. |
3. Bayi Cyclop
Quote:
Tahun 2006, bayi ini dilahirkan dengan hanya mempunyai satu mata. Staf medis yang membantunya lahir percaya bahwa kondisi bayi itu disebabkan oleh obat eksperimen anti kanker. Penyebab lainnya ditulis dalam laporan rumah sakit itu adalah bisa juga merupakan hasil dari kelainan kromosom. Bayi perempuan itu didiagnosa mengalami kelainan kromosom yang jarang, yang disebut cyclopia. Dia dilahirkan dengan satu mata di tengah kepala bagian depan, tidak memiliki hidung, dan otaknya berkumpul dalam satu belahan saja. Dengan segala kelainan ini, sungguh suatu mukjizat jika bayi perempuan ini bisa bertahan hidup. Bayi malang ini akhirnya meninggal beberapa hari kemudian. |
4. Bayi Mirip Katak
Quote:
Tahun 2006, bayi aneh ini terlahir di Charikot, pusat distrik Dolakha, dan menarik perhatian begitu banyak orang yang ingin sekedar melihatnya dan menjadi saksi keanehan ini. Bayi tak berleher dengan kepala yang hampir seluruhnya tenggelam pada bagian tubuh atasnya dan bola mata yang ukurannya sangat besar seperti mau melompat dari kelopaknya ini terlahir dari pasangan Nir Bahadur Karki dan Suntali Karki di rumah sakit Gaurishnkar di Charikot. Pasangan ini adalah penduduk Birkhot VDC, Dolakha. Ibu dari bayi ini menginformasikan bahwa bayinya akhirnya meninggal sejam setelah kelahirannya dan diserahkan ke rumah sakit setelah kematiannya. Kabar mengenai bayi ini cepat meluas sehingga ratusan orang memadati rumah sakit itu saat bayi malang ini dibawa. Polisi setempat sampai harus mengendalikan kumpulan massa ini. Bayi yang dilahirkan dengan berat 2 kg ini dilahirkan pada usia kandungan normal yaotu 9 bulan. Suntali, yang sebelumnya sudah mempunyai dua anak perempuan normal, tidak merasakan keanehan apapun selama kehamilannya. Nir Bahadur, ayahnya, mengatakan bahwa diapun tidak memilili firasat apapun mengenai bayinya dan tegar atas kematian bayinya. “Saya cukup bahagia bahwa tidak terjadi apa-apa atas istri saya” ujarnya. Ada yang mengatakan bahwa bayi ini mengalami kondisi yang disebut anencephaly, suatu kelainan syaraf dengan susunan otak yang cacat. Bayi seperti ini akan meninggal beberapa hari setelah kelahirannya seperti halnya bayi cyclops. Untuk mencegahnya seorang wanita dianjurkan mengkonsumsi sayuran di awal kehamilannya. |
5. Bayi dengan Tiga Lengan
Quote:
Bayi ini namanya Liu Junjie dari provinsi Anhui, China, terlahir dengan tiga lengan tahun 2006. Para dokter berhasil membuang lengan ketiganya yang sangat jarang dan berbentuk cukup sempurna. tetapi bayi malang ini membutuhkan terapi fisik yang lama untuk memfungsikan dua lengan sisanya yang tidak memiliki telapak dan susah digerakkan. “Kami berharap berbagi informasi dengan dokter-dokter yang pernah menemukan kasus ini dari seluruh dunia” ujar Chen, kepala departemen ortopedik di Shanghai Children’s Medical Center. “Hal ini sangat jarang terjadi dan kami tidak banyak memiliki informasi untuk bertindak.” |
7. Bayi Terlahir dengan Berat 7,75 kg
Quote:
Seorang wanita Siberia tahun 2007 melahirkan bayinya dan terkaget-kaget mengetahui anaknya yang ke-12 itu memiliki berat 7,75 kg. “Kami sekeluarga shock” ujar ibu dari Nadia, nama bayi itu. “Selama kehamilan, saya makan apa saja. Kami tidak punya uang untuk membeli makanan-makanan khusus, jadi aku hanya makan kentang, mie, dan tomat.” tambahnya sambil mengungkapkan bahwa bayi seblumnya juga dilahirkannya dengan berat lebih dari 5 kg.
Diposting oleh
anida's blog
di
19.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook














































